begitulah adanya..


Untukku nantinya surat ini kuhadirkan. (oleh: F. Mutia)
Maret 26, 2008, 7:10 pm
Filed under: copypaste

Jika nanti nanti kau memang bertemu dengannya lagi suatu tempat suatu waktu. Walaupun suasana hatimu sedang merindunya, menginginkannya. Walaupun senyum hangat dan kata-kata lembutnya membelaimu hangat. Walaupun seluruh kisah hidupnya layak untuk didengar. Walaupun dengan sabar dan tenang ia biarkanmu berceloteh berkeluh kesah. Walaupun sepertinya ia memang mencintaimu, menginginkanmu, membutuhkanmu, merindukanmu.

 

Aku ingin kau ingat hari ini. Hari dimana dikoyakkan hatimu olehnya. Hari dimana kau basahkan pipimu karenanya. Hari dimana ia berkelit, berdusta, namun sambil dapat tertawa bersama sang dia. Hari dimana setelah semuanya usai ia masih dapat hendak merengkuhmu, memelukmu, dengan wajah memelas memohon ampunan agar kau dan ia dapat bersama, menghabiskan sisa malam seperti biasa, setelah ia habiskan bahagianya bersama sang dia.

 

Aku ingin kau ingat langkah kakimu menuju panggung sandiwara tempat semua manusia menontonmu penuh tatap hina. Seolah berkata “anak hilang dari mana, hendak kemana, mencari siapa” lalu berceletuk :ih..celingak celinguk, seperti kutu busuk. Aku ingin kau ingat penantianmu di ujung jalan tempat kalian berjanji berdua penuh cinta (katanya) lalu kemudian ia lewat begitu saja, penuh dusta, penuh tawa bersama sang dia itu tadi. Dan kau seperti anjing kampung kecil yang mengais-ngais minta perhatian seolah tak mau dilupakan menggonggonginya, dan ia hanya memandangmu, tersenyum melegakanmu, memberi harapan ingin bermain, namun langsung melenggang anggun memeluk sang dia, mengantarkannya sampai singgasana, memberinya salam penuh cinta, atau bahkan kecupan mesra. Mana kautahu? Sementara kau, ditinggalkan mencari jalan pulang yang berkelok-kelok. Masuk hutan keluar hutan. Dengan para penculik anjing kampung yang siap mengintai.

 

Aku ingin kau ingat hari ini, saat setelah semua itu kau lewati, dia menunggu manis didepan pintu rumahmu, seolah seorang pangeran menunggu puteri idaman. Dan kau berubah dari anjing kampong menjadi puteri kahyangan pujaan semua orang. Lalu ia berkata “mari…” seolah dengan itu semua air mata naik kembali, pipi kering kembali, hati utuh kembali. Senyum manisnya yang ternyata beracun itupun teruntai. Ingat! BERACUN!!!! Seolah tak ada yang dapat memberimu senyuman seindah itu.

 

Aku ingin kau berpikir, dia mungkin saja berubah, tak lagi berlaku seperti rubah. Serigala berbulu domba. Akan tetapi aku sangat ingin kau ingat hari ini. Agar tak terus-menerus tergelincir sepanjang waktu. Agar kau yakin betul tentang apa yang pernah berlaku. Setidaknya agar kau ingat tentang rasa sakitku saat ini. Dan tak kau rasakan lagi. Kurasa kita tak akan dapat menanggung ini sekali lagi. Cukup kali ini. Cukup saat ini. Tidak lagi. Tidak dengan dia lagi.

 

Agar kenangan indah yang dulu pernah ada, tidak terusik dengan noda. Walau sudah bernoda, namun jangan ditambah lagi. Cukup.

Aku tuliskan semua ini untukku nanti. Agar tahu harus apa, agar tahu harus bagaimana. Agar walau nanti tetap ada tangis, namun bukan karena orang yang sama. Agar walau nanti tetap ber-ia, namun tak terulang sakit yang sama. Semoga semua lebih baik. Semoga semua petunjuk Tuhan.

 

Kau harus ingat. Walau pada akhirnya kadang kata CUKUP tak pernah benar-benar CUKUP.. 

 

 


2 Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar

Hmm surat yang penuh dengan emosi. Saat ini kau tidak dalam keadaan baik2 saja tapi suatu hari nanti kamu pasti akan bisa melupakannya. Semuanya butuh waktu. Jadi lah orang yang kuat.

Komentar oleh Miranda

Waktu memang obat jangka panjang yang paling manjur, biar saya sampaikan pada si penulis surat : ) Tenang saja, saya cukup kenal si penulis surat kok, dy bukan org lemah.

Trimakasih telah berkunjung miranda!

Komentar oleh chentya




Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.