begitulah adanya..


yang terlintas
April 25, 2008, 11:18 pm
Filed under: hidup

diam. dalam alam. hati runyam. orang awam. padam. 



syukur
Maret 22, 2008, 7:43 am
Filed under: hidup

Hari ini, ketika aku bangun, aku tidak bisa berhenti menangis. Bukan karena perasaanku padanya. Bukan karena dirinya juga. Tapi karena Tuhan. Hari ini aku bersyukur kepada Tuhan yang ada. Bersyukur karena aku diberi keluarga yang baik yang selalu mendukungku dan percaya padaku walau terkadang aku melenceng. Bersyukur karena aku diberi lingkungan yang baik dengan teman-teman yang membawaku ke arah yang CUKUP baik dengan kenangan yang tidak kalah indah dengan orang lain. Bersyukur karena aku diberi pengetahuan yang memang mungkin tidak terlalu luas namun CUKUP bisa membedakan mana yang baik mana yang tidak baik. Bersyukur karena aku diberi pikiran yang akal sehatnya cukup jalan sehingga CUKUP bisa membedakan mana yang benar mana yang tidak benar. Bersyukur karena aku diberi kesempatan membuka mata hatiku bahwa: Tuhan benar-benar ada dan Ia menyayangiku (dan menyayangi setiap umatnya). Baru ku sadari bahwa ternyata barang yg kujaga bukan hanya sekedar emas atau intan tapi berlian. Dan aku diberi kesempatan untuk memilih kunci yang tepat untuk kryptex berisi berlianku itu.



ingin (inspired by aFiFa)
Maret 14, 2008, 8:13 pm
Filed under: hidup
Aku ingin menjadi orang yang selalu berpandangan positive. Seringkali aku tampak optimis tapi sebenarnya tidak, pikiranku berkecamuk. Aku ingin menjadi perempuan yang berhatikan kryptex agar hanya orang yang tepat yang dapat membukanya. Aku juga ingin menjadi orang yang tak berbuat salah tapi sepertinya… itu tidak mungkin. Jadi aku tak ingin menjadi orang yang ceroboh saja, dengan tak melakukan kesalahan lebih dari 2x.

 “Aku ingin menjadi seorang pejuang yang konsisten. Aku tak ingin kehilangan semangatku.” -aFiFa 

 
aku juga. 



pernah merasa sendiri?
Maret 4, 2008, 9:39 pm
Filed under: hidup

kemarin malam. tanpa teman, tanpa hp, tanpa internet, hanya di ruangan saja, sendiri. kalau tembok bisa bergerak, saya ajak main karet deh sampai pagi secara kemarin malam juga super dingin. saya blon beli selimut dan parahnya pemanas dimatikan tepat jam 12 malam (ikut-ikutan Cinderella aja nih)! sendiri, dingin, sepi: dicampur, dikasi bumbu khayalan-khayalan jika berada di rumah, dikasi inget teman-teman yang ada di nun jauh di sana, dipejamin matanya, dihilangkan indera perasa dinginnya supaya bisa tidur. yak, slamat, anda bisa bangun dengan mata bengkak. jangan mencobanya! rasanya ga enak. 



cantik
Januari 10, 2008, 2:11 am
Filed under: hidup

Hai cantik,
parasmu rupawan,
tuturmu sopan,
tingkahmu pun tak kalah santun.

Cantik..
Kutahu kau cintainya, kutahu ia cintaimu juga.
Kutahu ia juga bukan sembarang.
Tapi terkadang, ada aturann yg tak masuk akal yg harus dipatuhi.

Cantik..
Mungkin memang dia bukan hadiahmu.
Janganlah kau coba tuk paksakan.
Jalanmu masih panjang.
Sungguh, tak ada yg perlu kau sesalkan.

Cantik, sudah relakanlah saja dia.
Cantik, pudarkanlah sedih.
Cantik, tersenyumlah,
karena kuyakin kau kan dapat yang lebih baik diantara yg terbaik.



huanying2008
Januari 1, 2008, 10:39 am
Filed under: hidup

kembang api

sepertinya 2008 akan lebih banyak tantangan yg akan dijumpai, sepertinya akan lebih banyak menemukan hal-hal baru yang saya prediksikan akan sangat menarik, sepertinya akan lebih banyak menghadapi masalah hidup yang lebih ‘hidup’ (karena saya akan pergi jauhhh dari keluarga), sepertinya akan lebih banyak belajar lagi.. dan itu memang tujuan  dari semua tujuan di tahun 2008 :)

JIAYOU TYA!



kebahagian tak selalu milik orang lain (spesial buat tomo)
November 25, 2007, 3:23 am
Filed under: hidup | Tag:

mo. ingat pas magrib-magrib lw maen k kosan gw?
dan kita membahas masalah-masalah hidup yang tak kunjung berakhir?
ingat? yang kita ngebahas, hidup itu ibarat roda.
kadang diatas kadang dibawah (kalimat ini terdengar umum),
tapi kita bisa mengendalikan rodanya, membuatnya di atas ataupun dibawah.
dan ingat kata-kata lw yang “kebahagian selalu milik orang lain”?
waktu itu gw kurang setuju, mo. tapi gw ga bisa jelasinnya.
kalo kata temen gw:
“membahas mengenai tolak ukur kebahagian itu jadi semu,
dan kebahagian itu sendiri ambigu, karna batasan dan tolak ukur kebahagian itu dikembalikan kepada orang tsb lagi.”
semuanya tergantung pada diri kita sendiri.
apakah kita mw mengambil kebahagian itu ‘sendiri’ yang menjadikan kita egois?
apakah kita mw mengambil kebahagian itu sendiri, dan membuat orang lain juga ikut bahagia?
atau
membiarkan kebahagian itu sendiri menjadi sepenuhnya milik orang lain, yang terkesan lw sangat pesimis melihat hidup?
“dipilihhh.. dipilihh..” (ala abang-abang pedagang asongan)
inget mo, roda berputar.
tapi kita yang pegang kendali.




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.